Wednesday, October 19, 2011

Herbal Asli Indonesia di Museum Jamu Jago-MURI

Kekayaan alam Indonesia memang tak terkira. Termasuk rempah-rempah yang menjadi andalan jamu buatan anak negeri ini. Sebagai herbal asli buatan Indonesia, tradisi minum jamu telah mengakar berabad-abad. Nah, serba-serbi tentang jamu kami dapatkan ketika berpetualang menuju Museum Jamu Jago-MURI di Jalan Setiabudi nO.179, Srondol, Banyumanik, Semarang.Museum tentang jamu ini berdekatan dengan pabrik PT. Jamu Jago, merek jamu pertama dalam kemasan di Indonesia. Tidak hanya berisi tentang dunia jamu, museum ini juga mengarsipkan rekor Indonesia dalam catatan MURI (Museum Rekor Indonesia) yang digagas Jaya Suprana, yang juga merupakan generasi penerus Jamu Jago.Kami mendatangi lokasi di pinggiran Semarang ini dengan menggunakan bus. Rupanya tidak susah mencarinya karena dilalui banyak angkutan umum. Terletak di lantai dua, Museum Jamu Jago-MURI memiliki koleksi foto–foto, slide dan peralatan tradisional pembuatan jamu jaman dulu. Pengunjung bisa mengamati rempah-rempah berupa akar, daun, batang, kulit, ataupun buah dan bunga dari tumbuhan yang berkhasiat obat. Rempah-rempah ini sudah berbentuk kering (herbarium) yang ditaruh di wadah dari anyaman rotan. Wanginya menyeruak ke tiap penjuru ruangan, meskipun telah dibungkus dalam plastik transparan. Begitu menciumnya, saya jadi ingat jamu gendong mbok-mbok langganan istri saya di Jakarta.Dari pengamatan di museum, dapat kita ketahui rumitnya membuat minuman jamu secara manual. Dulu untuk menghaluskan bahan dipakai lesung batu, yang sampai sekarang masih tersimpan rapi. Koleksi lainnya berupa alat-alat yang pertama kali digunakan untuk memproduksi jamu, sampel jamu yang diproduksi pada tahun-tahun awal pendirian, maket alur produksi jamu, simplisia jamu, piagam penghargaan, dan beragam koleksi lain. Segala sesuatu tentang perkembangan pabrik Jamu Jago juga bisa dilihat, bahkan laporan keuangan beberapa dekade perusahaan itu.Menariknya, kami juga menemukan koleksi yang berhubungan dengan rekor. Tapi kebanyakan berupa dokumentasi saja, mengingat tidak banyak tempat untuk menyimpan koleksi tersebut. Misalnya reflika Candi Borobudur dari korek api dan lukisan Ciputra yang dibuat dari susunan paku seberat 1, 5 kuintal dengan dengan ukuran 2, 44 m x 1, 87 m.Mengunjungi museum ini, kami berhasil membuka mata. Bahwa dari tanah yang menghasilkan berbagai macam tumbuhan khas, manusia Indonesia bisa tumbuh sehat dan kuat.

Baca Selanjutnya.....

No comments:

Post a Comment